blog-img
28/11/2025

Lindungi Remaja dari Cyberbullying, Ilmu Komunikasi Undana dan SMAK Giovanni Ambil Langkah Nyata

yofan | Pendidikan

Kupang, 22 November 2025

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, berbagai fenomena negatif ikut muncul dan meresahkan masyarakat, salah satunya adalah cyberbullying. Kasus perundungan di dunia maya kini banyak terjadi di kalangan anak-anak dan remaja, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Kondisi ini mendorong dunia pendidikan untuk mengambil langkah nyata dalam memberikan edukasi dan perlindungan bagi peserta didik.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana Kupang berkolaborasi dengan SMA Katolik Giovanni Kupang menyelenggarakan sosialisasi bertema “Bijak Menggunakan Media Digital dan Hindari Pembulian Secara Online.” Kegiatan ini mengusung fokus utama “Bahaya Cyberbullying: Ancaman Baru di Era Digital.” Berlangsung di Aula, dihadiri perwakilan kelas masing-masing dari kelas X,XI & XII juga Bapak Ibu Guru Bimbingan dan Konseling.

Acara dibuka oleh Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr, yang dalam sambutannya mengingatkan bahwa perkembangan teknologi mesti diimbangi dengan perkembangan karakter. “Sekolah bukan hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga membangun etika dalam bermedia. Dunia digital harus menjadi tempat yang aman, bukan ruang untuk saling melukai,”ujarnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Dosen Ilmu Komunikasi Undana, Danang Novika Ruswantara, S.I.Kom., S.A.B., M.I.Kom. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa tindakan perundungan, baik secara langsung maupun di dunia maya, memiliki konsekuensi besar. “Mari kita ingat, dampak dari bullying bukan hanya menyakiti diri sendiri, tetapi juga bisa menyakiti orang lain,” tegasnya. Ia mengajak para siswa untuk berhati-hati dalam setiap komentar, unggahan, maupun interaksi digital agar tidak menjadi pelaku tanpa sadar.

Sesi materi kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua, Kak Une dan Kak Tini, yang membahas berbagai bentuk cyberbullying, contoh kasus nyata, serta strategi pencegahannya. Para siswa diajak memahami bahwa media sosial adalah ruang publik yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung sangat interaktif. Para siswa/i SMAK Giovanni aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar fenomena bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di media sosial. Mereka bertanya mengenai cara menghadapi pelaku, bagaimana melapor, langkah-langkah penanganan yang tepat, hingga solusi ketika melihat teman menjadi korban. Antusiasme ini menunjukkan bahwa para remaja sangat membutuhkan ruang diskusi untuk memahami bahaya perundungan dan cara melawannya.

Sosialisasi ditutup dengan ajakan kuat melalui moto edukasi:

“Cyberbullying Stop! Saling Jaga, Saling Hargai, Saling Lindungi.”

Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua peserta didik. Mari kita menjaga lingkungan sekolah agar bebas dari perundungan, saling menghargai teman sebaya, dan tidak merendahkan satu sama lain. Kita semua adalah saudara, dan hanya dengan hidup rukun, kita dapat membangun suasana belajar yang baik. Semangat ini sejalan dengan moto sekolah: Love, Service, Obedience: Cinta Pelayanan Ketaatan

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan penuh nilai kemanusiaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu menjadi generasi digital yang tidak hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki empati, keberanian, dan integritas dalam menolak segala bentuk perundungan.

Bagikan Ke:

Populer