Sebelum memulai rangkaian sosialisasi Gerakan #RukunSamaTeman ke sekolah-sekolah di Kota Kupang, Duta SMA Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2025, Maria Regina Louisa Ora Ngganggus, terlebih dahulu melakukan dialog strategis bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT pada hari kamis,26 februari 2026.
Pertemuan tersebut didmpingi oleh Kepala Sekolah SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr., bersama Guru Bimbingan dan Konseling Jakobus Fransiskus Soa Folo, S.Pd dan anak Louisa mereka berdiskusi langsung dengan Ibu Yosefina Mai,M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA dan PKLK.
Dialog tersebut membahas program penguatan karakter yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta dukungan kolaborasi untuk pelaksanaan sosialisasi tahap pertama di sekolah-sekolah terpilih. Louisa memaparkan gambaran materi, jenis kegiatan, serta aksi nyata yang akan dijalankan bersama siswa sebagai agen perubahan Sahabat Hebat.
Ibu Yosefina menyambut penuh antusias.
“Ini program yang sangat baik dan harus segera dijalankan. Besok langsung bergerak ke sekolah-sekolah. Surat sudah kami sampaikan ke sekolah yang dipilih pada tahap pertama,” tegasnya.
Dalam suasana dialog yang hangat, beliau juga menanyakan latar belakang keluarga Louisa, menyebut ayahnya Celly Ngganggus dan ibunya Imelda Ora, serta mengenang Opa Martinus Ora sebagai guru yang berjasa bagi pendidikan NTT. “Anak hebat, orang tua hebat. Tetap semangat ya, Nak,” pesannya.
Louisa pun menyampaikan cita-citanya menjadi dokter dan melanjutkan studi ke luar negeri sebagai bentuk komitmen membangun daerah melalui pendidikan.
Jejak Prestasi & Spirit “Love, Service, Obedience”
RD. Stefanus Mau menyampaikan bahwa SMA Katolik Giovanni Kupang telah dua kali mengantarkan siswanya menjadi Duta SMA Provinsi NTT. Tahun 2023, Cintha Ramadhani Ali Syahbana terpilih dan kini menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tahun 2025, Louisa kembali mengharumkan nama sekolah. Selain itu, dari SMAS Katolik Frateran Podor, Yoseph Belawa Koten juga terpilih sebagai Duta SMA Provinsi NTT 2025.
Prestasi tersebut sejalan dengan moto sekolah “Love, Service, Obedience.”
Nilai Love menanamkan kasih dalam relasi, Service mendorong semangat melayani sesama, dan Obedience membentuk karakter disiplin serta taat pada nilai dan kebenaran. Spirit inilah yang membentuk Louisa dan para siswa lainnya untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter.
Gerakan Nasional untuk Sekolah Aman
Gerakan #RukunSamaTeman diluncurkan secara nasional oleh Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai langkah menciptakan budaya sekolah yang aman dan bebas perundungan. Peluncuran tersebut turut dihadiri Raffi Ahmad, yang menekankan pentingnya pendekatan yang relevan dengan kehidupan generasi muda.
Gerakan ini berfokus pada:
-
Budaya saling menghargai dan empati
-
Gotong royong dalam belajar dan kehidupan sosial
-
Keberanian menjadi agen perubahan
-
Pencegahan perundungan melalui aksi nyata sehari-hari
Sekolah diharapkan menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap siswa.
Komitmen Berperan Aktif & Harapan ke Depan
Dalam dialog tersebut, Maria Regina Louisa Ora Ngganggus juga menyampaikan komitmennya untuk berperan aktif dalam berbagai momentum hari besar pendidikan maupun kegiatan strategis lainnya, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ia ingin terus mendukung program Duta SMA Nasional dengan menghadirkan edukasi dan motivasi tentang Sahabat Hebat serta semangat #RukunSamaTeman di berbagai forum pelajar.
Lebih dari itu, Louisa menegaskan dukungannya terhadap program Gubernur NTT “Ayo Bangun NTT”, khususnya semangat “Ayo Bangun NTT dari Sekolah.” Menurutnya, pembangunan daerah harus dimulai dari ruang-ruang kelas dari pembentukan karakter, budaya saling menghargai, serta keberanian generasi muda untuk tampil dan berkontribusi. Sekolah menjadi titik awal lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing.
Ke depan, ia berharap gerakan ini tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi sungguh menjadi budaya yang hidup di sekolah-sekolah. Ia ingin semakin banyak siswa berani bermimpi, belajar berbicara di depan umum, percaya diri menyampaikan gagasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
“Kalau satu siswa berani melangkah, maka yang lain akan ikut berani bermimpi,” menjadi semangat yang terus ia gaungkan.
Kolaborasi yang telah dibangun ini menjadi fondasi kuat bahwa perubahan karakter tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, pemerintah, guru, dan tentu saja siswa sebagai pelopor utama perubahan.
Dari Kupang, semangat #RukunSamaTeman terus menyala menyiapkan generasi NTT yang berkarakter, peduli, dan siap membangun daerah serta memimpin masa depan.Y’Mdtr