blog-img
26/04/2026

Perayaan Lintas Iman Warnai Pelepasan 340 Siswa SMAK Giovanni Kupang

yofan | Pendidikan
Suasana penuh haru, syukur, dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pelepasan/Perutusan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 SMA Katolik Giovanni Kupang. Momen ini menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan Tahun Baru Imlek, Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah,sebagai wujud nyata semangat toleransi dan persatuan dalam keberagaman.
Kupang, Sabtu (25/04/2026) -Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang resmi melepaskan 340 siswa/i kelas XII dalam sebuah perayaan yang sarat makna. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman dan Mengutus Generasi Berkarakter”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga momentum perutusan generasi muda untuk melangkah ke masa depan dengan iman, integritas, dan karakter yang kuat sejalan dengan moto sekolah Love, Service, Obedience (Cinta, Pelayanan, dan Ketaatan) yang terus dihidupi dalam setiap proses pendidikan di lembaga ini.
Acara diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Kepala SMAK Giovanni Kupang, RD.Drs. Stefanus Mau, Pr, bersama dua konselebran, yakni RD. Arkadius Manek, Pr selaku Ketua Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang, dan RD. Thomas Teofilus Kampur, Pr. Dalam homilinya, Romo. Stef menegaskan pentingnya nilai keberagaman yang telah menjadi bagian dari kehidupan di sekolah.
“Keberagaman bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirajut menjadi kekuatan bersama,” ungkapnya, seraya menekankan bahwa tradisi merayakan hari besar lintas agama merupakan bentuk konkret pendidikan toleransi yang juga mencerminkan nilai cinta dan pelayanan kepada sesama.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tamu undangan, antara lain Ketua Komite Sekolah DR. Marianus Jelamu, M.Si, Ketua Alumni SMAK Giovanni Kupang dr. Yuliana Monika Imelda Wea Ora Adja, M.Biomed., Sp.N, serta orang tua/wali murid yang mewakili yang dengan penuh kebanggaan menyaksikan momen bersejarah bagi putra-putri mereka. Kehadiran mereka semakin menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam acara tersebut.
Ketua Yayasan, Romo. Arkadius, turut menyampaikan ucapan profisiat kepada 340 lulusan. Ia berharap para siswa mampu menjaga kualitas diri saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, sekaligus mengingatkan agar tidak terjebak dalam dampak negatif digitalisasi.
“Perkembangan teknologi tidak boleh mengendalikan manusia. Kalian harus tetap menjadi pribadi yang kritis, berkarakter, dan taat pada nilai-nilai kebaikan,” pesannya.
Kesan mendalam juga datang dari para siswa, termasuk salah satu siswa beragama Hindu yang menyampaikan refleksi penuh makna tentang pengalamannya selama menempuh pendidikan di SMAK Giovanni Kupang.
“Saya berdiri di sini sebagai siswa beragama Hindu yang bersekolah di SMA Katolik Giovanni Kupang. Dengan latar belakang sekolah Katolik di bawah naungan Keuskupan Agung Kupang yang didominasi oleh agama Katolik, ini sempat menjadi tantangan besar bagi saya untuk beradaptasi. Saya pernah berpikir mungkin saya akan dikucilkan, dibatasi, atau tidak bisa mengikuti kegiatan seperti teman-teman lain. Namun ternyata tidak demikian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa nilai toleransi yang selalu disampaikan oleh Kepala Sekolah dalam berbagai kesempatan benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Seperti yang selalu dikatakan Romo Kepala Sekolah, SMA Katolik Giovanni Kupang adalah sekolah keberagaman yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai. Dan itu bukan sekadar kata-kata, tetapi fakta yang saya alami sendiri. Di sini saya merasa bebas, fleksibel, bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, lomba, dan berbagai aktivitas positif lainnya,” lanjutnya.
Ia juga berharap agar tradisi perayaan lintas agama terus dilestarikan sebagai agenda tahunan.
“Saya berharap perayaan lima agama ini terus dilakukan dan dilestarikan. Tidak semua sekolah bisa seperti SMA Katolik Giovanni Kupang yang mampu mempersatukan berbagai agama dan etnis dalam satu perayaan. Ini sesuatu yang patut kita banggakan. Sahabat hebat rukun sama teman,” tutupnya, selaras dengan semangat penguatan karakter serta nilai cinta, pelayanan, dan ketaatan yang menjadi identitas sekolah.
Perwakilan siswa lainnya, Maria Gemma Galgani Orpa Beribe, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada sekolah atas pendidikan dan pembinaan karakter yang telah diberikan selama tiga tahun.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa dari beragam latar belakang agama dan budaya. Nuansa lintas iman terasa kental, memperlihatkan bahwa perbedaan adalah kekuatan untuk saling melengkapi.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan dan perutusan siswa kelas XII dalam suasana haru. Doa bersama yang menutup kegiatan menjadi simbol persatuan seluruh civitas sekolah.
Sebagai sekolah swasta Katolik di bawah naungan Keuskupan Agung Kupang, SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai kebhinekaan. Berlandaskan moto Love, Service, Obedience (Cinta, Pelayanan, dan Ketaatan), dari sekolah ini lahir generasi muda yang siap menjadi terang dan garam bagi dunia.
 
Bagikan Ke:

Populer