KARYA DIGITAL BERBASIS CODING DAN AI, SMA KATOLIK GIOVANNI KUPANG MAJESTIK RAIH JUARA 2 LOMBA UI/UX DIES NATALIS PERAK ILMU KOMPUTER UNWIRA
KUPANG - 13 Oktober 2026 Sebuah pencapaian luar biasa bernilai tinggi berhasil ditorehkan oleh talenta muda SMA Katolik Giovanni Kupang. Di tengah ketatnya persaingan, Tim SMAK Giovanni Kupang sukses menyabet Juara 2 dalam ajang bergengsi Lomba UI/UX Design Challenge yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang.
Kompetisi berskala luas ini digelar khusus untuk menyambut Pesta Perak (25 Tahun) Program Studi Ilmu Komputer UNWIRA (2001 - 2026). Diikuti oleh ratusan peserta kreatif dari berbagai jenjang mulai dari SD, SMP, SMA, hingga tingkat Perguruan Tinggi ajang ini melombakan dua kategori utama, yakni Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) secara online dan Lomba UI/UX Design yang menuntut persiapan matang selama satu bulan penuh.
Tampil Beda dan Berani: Berbasis Coding Langsung, Bukan Sekadar Desain Gambar!
Maju membawa nama sekolah, SMAK Giovanni Kupang menurunkan dua tim tangguh untuk bersaing dengan sekolah-sekolah negeri maupun swasta lainnya. Di saat mayoritas peserta lain merancang prototipe aplikasi mereka menggunakan tools desain instan seperti Figma atau Canva, Tim SMAK Giovanni Kupang yang digawangi oleh duet jenius Johannes Wilberth Oematan Suhardi XI C dan Kevin Chrisyello Widjaja XI A mengambil langkah berani nan impresif.
Selama satu bulan penuh, mereka memeras keringat untuk membangun aplikasi dari dasar menggunakan coding langsung hingga terciptalah inovasi digital bertajuk "Giovanni Store".
"Giovanni Store": Marketplace Lokal NTT Berfitur AI yang Inklusif untuk Tunanetra
Aplikasi Giovanni Store dirancang bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebuah platform belanja produk-produk lokal khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat humanis dan inklusif. Aplikasi prototipe ini mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) mutakhir, seperti Voice Assistant dan Face Recognition System.
Fitur canggih ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan ekstra, sekaligus menjadi solusi bagi para pengguna disabilitas (tunanetra):
-
Registrasi & Login Berbasis Suara & Wajah: Pengguna tunanetra dapat mendaftarkan akun hanya dengan berbicara. AI akan mendeteksi dan menginput nama, umur, hingga email secara otomatis. Proses masuk (login) pun dipermudah dengan pemindaian wajah.
-
Asisten Belanja Pintar: Saat ingin memesan barang misalnya kain tenun atau kursi pengguna disabilitas cukup mengaktifkan Voice Assistant. AI akan memandu seluruh proses belanja, mulai dari menanyakan jenis produk, jumlah pesanan, nomor telepon, hingga memproses transaksi ke tahap akhir secara otomatis.
Bagi publik yang penasaran ingin melihat langsung mahakarya digital hasil
coding orisinal ini, prototipe aplikasi sudah dapat diakses secara publik melalui tautan resmi:
giovannistore-baru.vercel.app/login.html
Apresiasi dan Rasa Syukur yang Mendalam
Perjuangan satu bulan penuh itu akhirnya membuahkan hasil manis. Di bawah pengumuman dewan juri, Tim SMAK Giovanni Kupang kokoh berdiri di podium Juara 2, mendampingi Sekolah Dian Harapan yang berada di posisi pertama dan ketiga.
Keberhasilan luar biasa Kevin dan Wikbert ini tentu lahir dari ekosistem pendukung yang luar biasa di sekolah. Rasa terima kasih dan rasa hormat yang mendalam disampaikan kepada Romo Kepala Sekolah SMAK Giovanni Kupang yang selalu memberikan ruang dan dukungan penuh terhadap kreativitas digital siswanya.
Apresiasi tinggi juga ditujukan kepada Ibu Maria Hebby, guru pendamping yang dengan luar biasa ulet, ceria, dan penuh semangat membimbing tim ini di tengah kesibukan padatnya mengajar les TKA. Ucapan terima kasih yang tulus juga mengalir untuk Pak Michelle Christian Bell, seluruh bapak/ibu guru, jajaran staf, serta keluarga dan orang-orang terdekat di lingkungan sekolah yang tiada henti memberikan doa, motivasi, dan dukungan moral spiritual.
PROFICIAT dan Sukses Besar untuk Kevin, Wilbert, dan SMAK Giovanni Kupang! Karya inovatif ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak NTT siap menjadi motor penggerak teknologi masa depan yang inklusif. Tuhan Memberkati!