Duta SMA Provinsi NTT 2025 Gaungkan #RukunSamaTeman di Kota Kupang
Pelopor Budaya Sekolah Aman dan Berempati
Kupang, 27 Februari 2026-Duta SMA Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2025, Maria Regina Louisa Ora Ngganggus yang sering di sapa Icha, menggaungkan Gerakan #RukunSamaTeman kepada para siswa SMA se-Kota Kupang. Kegiatan perdana dilaksanakan secara terpisah di Aula SMA Negeri 1 Kupang dan Aula SMA Negeri 3 Kupang, sebagai langkah awal membangun budaya pertemanan yang sehat di lingkungan pelajar.
Sosialisasi dilakukan di masing-masing sekolah (tidak digabung), sehingga suasana lebih fokus, interaktif, dan menyentuh langsung kondisi siswa di setiap sekolah. Para siswa-siswi terlihat sangat antusias, aktif dalam sesi tanya jawab, serta terlibat dalam diskusi yang membangun.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS, jajaran pengurus OSIS, serta Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) yang terdiri dari ketua dan wakil ketua kelas. Turut hadir pula Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, para Guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta Bapak/Ibu guru yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan karakter siswa.
Icha, yang merupakan siswi asal SMA Katolik Giovanni Kupang, hadir membawa pendekatan edukatif dan inspiratif. Program ini merupakan bagian dari penguatan karakter pelajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter dan dijalankan oleh agen perubahan bertajuk Sahabat Hebat.
Menjawab Tantangan Remaja
Gerakan #RukunSamaTeman hadir sebagai respons atas berbagai persoalan remaja, seperti perundungan (bullying), cyberbullying, konflik antar siswa, rendahnya empati, hingga siswa yang memendam masalah tanpa ruang aman untuk bercerita.
Dalam pemaparannya, Icha menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan nyata.
“Kita harus berani berkata stop terhadap tindakan yang menyakiti, serta berani menjadi teman yang mendengar dan menguatkan,” tegasnya.
Dukungan dan Suara Siswa
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kupang, Andini Putri Anjani, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Gerakan ini sangat membuka wawasan kami sebagai pelajar. Kami jadi lebih sadar bahwa menjaga perasaan teman dan berani saling mengingatkan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Kami siap menindaklanjuti program ini di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kupang, Grachya Agnes Natasya Lewuntatu, juga menyampaikan pandangannya.
Program ini sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Banyak siswa yang sebenarnya butuh didengar. Dengan adanya #RukunSamaTeman, kami merasa lebih dikuatkan dan tidak sendiri dalam menghadapi masalah,” ungkapnya.
Aksi Nyata yang Didorong
Sebagai tindak lanjut, beberapa langkah konkret didorong untuk dilaksanakan di masing-masing sekolah, antara lain:
-
Deklarasi Anti-Perundungan
-
Buddy System (Teman Pendamping)
-
Hari Tanpa Ejekan
-
Forum Konseling Sebaya
-
Kegiatan kolaboratif antar kelas
Penguatan materi juga disampaikan oleh Jakobus Fransiskus Soa Folo, S.Pd., yang menegaskan pentingnya budaya empati dan komunikasi sehat di lingkungan sekolah.
Gerakan #RukunSamaTeman menjadi langkah konkret membangun generasi pelajar NTT yang berkarakter, peduli, dan saling menguatkan. Dengan dukungan penuh pihak sekolah, keterlibatan aktif OSIS dan MPK, serta pendampingan guru, gerakan ini diharapkan terus bertumbuh dan menjadi identitas baru pelajar NTT.
Sosialisasi selanjutnya akan dilaksanakan di sekolah-sekolah lain di Kota Kupang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
setelah selesai sosialisasi dilakukan foto bersama dengan video ajakan SMA: MAJU BERSAMA HEBAT SEMUA. Y'Mdtr