MBINGAN TEKNIS LITERASI DAN NUMERASI: KOLABORASI SEKOLAH, MERAJUT MASA DEPAN GENERASI FLOBAMORA
Kupang, Senin, 14 September 2026 - Semangat kolaborasi dan penguatan mutu pendidikan mewarnai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi yang berlangsung di Laboratorium Lantai 2 SMA Katolik Giovanni Kupang.
Kegiatan ini menghadirkan Wahid Nuna Aman, S.Pd., M.Hum., Widyaprada Ahli Pertama pada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai narasumber yang ditugaskan oleh Kepala BPMP Provinsi NTT.
Bimtek ini menjadi ruang belajar dan berbagi praktik baik yang mempertemukan tiga sekolah dalam semangat kolaborasi, yakni SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Kristen Mercusuar Kupang, dan SMA Kristen Tunas Bangsa.
Dari SMA Kristen Mercusuar Kupang hadir:
1. Mardhy Abiatar Letuna, S.Pd., Gr.
2. Mayang Febriyani, S.Pd., Gr.
3. Windy La'a, S.Pd., Gr.
Sementara dari SMA Kristen Tunas Bangsa hadir:
1. Semri Selan, S.Pd., Gr.
2. Yubita Menfini, S.Pd., Gr.
3. Riska Arini Pella, S.Pd., Gr.
4. Rosita Mathelda Amalo, S.Pd., Gr.
“Mari bangun generasi tangguh yang cakap merangkai kata dan cerdas mengelola angka.”
Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, keduanya menjadi fondasi bagi peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, berkomunikasi, serta menghadapi tantangan masa depan.
Pendidikan NTT tidak akan maju dengan jalan sendiri-sendiri. Lewat kolaborasi literasi dan numerasi antar-sekolah, kita sedang merajut jembatan emas bagi masa depan anak-anak Flobamora.
MENARI SEBELUM BELAJAR: BUDAYA MENJADI BAGIAN DARI LITERASI
Sebelum kegiatan Bimtek dimulai, para peserta terlebih dahulu disambut dengan penampilan memukau dari Sanggar Seni Laka'an SMA Katolik Giovanni Kupang.
Alunan musik dan lagu Ja'i Bajawa berpadu dengan gerakan tarian yang enerjik, menciptakan suasana penyambutan yang hangat dan penuh kegembiraan. Bahkan, iramanya seolah mengajak setiap orang yang hadir untuk ikut bergerak dan menari bersama.
Namun, di balik keindahan tarian tersebut tersimpan pesan penting: budaya adalah bagian dari pendidikan.
Menjaga tarian daerah, merawat musik tradisional, mengenal bahasa, adat, dan warisan leluhur merupakan bagian dari literasi budaya. Generasi muda tidak hanya diajak cakap membaca buku dan memahami angka, tetapi juga mampu membaca, mengenal, menghargai, dan merawat identitas budayanya sendiri.
Karena itu, mari jaga budaya kita. Mari rawat tarian daerah, musik tradisional, adat dan kearifan lokal sebagai warisan berharga bagi generasi berikutnya.
Literasi bukan hanya tentang membaca kata.
Numerasi bukan hanya tentang mengelola angka.
Literasi budaya adalah tentang mengenal siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana kita menjaga warisan untuk masa depan.
Dari Giovanni, Mercusuar, dan Tunas Bangsa, semangat kolaborasi terus dinyalakan.
Belajar bersama.
Berbagi bersama.
Berkolaborasi untuk NTT.
Bersama membangun generasi Flobamora yang literat, numerat, berkarakter, dan berbudaya.
SMA Katolik Giovanni Kupang
Love • Service • Obedience
JAYA SELALU!